Kesan Solo versi Orang Katrok


Saya Rikhi, seorang yang lahir di kota yang menakjubkan di Jawa Tengah, tidak hanya itu, hingga perguruan tinggi pun saya tidak berpindah dari kota itu. Ya kota yang menakjubkan dengan penuh kenikmatan, Solo.

***

Suatu ketika saat di kampus terjadilah obrolan singkat dengan salah satu teman kuliah.

“Ri.. ada lomba nulis tentang Solo, ikut Ri..” Ajak teman saya.

Lalu saya hanya menjawab, “kesan tentang Solo itu apa…?”

Kamu kan seumur-umur tinggal di Solo, tulis kesanmu selama hidup di Solo, masa nggak bisa…, kata teman saya.

Namun obrolan itu terpaksa tidak dilanjutkan karena bu dosen telah masuk ke ruangan dan ujian salah satu mata kuliah sudah dimulai.

Perjalanan pulang dari kampus ke rumah, obrolan singkat tadi ternyata masih berputar-putar di otak. Dalam benak berpikir, iya juga ya selama 22 tahun saya hidup di kota ini, tapi saya nggak pernah berpikir bagaimana rasanya hidup di Solo ini.

Mungkin selama ini saya tidur atau pingsan…!! terdengar dari pikiran jahat saya sendiri.

Namun pikiran baik saya berusaha melakukan pembelaan, “gini ya, saya tu termasuknya anak yang penurut, rajin menabung, dan tidak sombong. Alhasil saya menjadi anak yang nggak seneng main, cuman di rumah belajar sama membantu ortu doang.”

Ni apa apan pikiran baik sama pikiran jahat malah udur sendiri.

Oke, ya ya saya akui, bisa dibilang saya ini anak rumahan. Saya jarang ikut event-event di Solo, bahkan saya terkadang nggak tahu kalau ditanya suatu daerah yang ada di Solo.

Dari situlah, saya sudah suudon terhadap siri sendiri, apa yang nanti saya tulis? Saya aja nggak pernah berwisata atau ikut event-event di Solo.

***

Namun, beberapa hari setelah itu, seperti ada cahaya yang menyerbak dan membukakan pikiran saya. Emang kesan Solo itu diperoleh ketika ikut event ya atau mengunjungi tempat wisata di kota Solo? Nggak juga kayaknya. Selama hidup di Solo dengan aman sentosa dan menyenangkan ini pun menurut saya sudah menjadikan kota Solo paling terkesan di hati dan tidak bisa digantikan di tempat manapun.

Ya, aman sentosa dan menyenangkan, bagaimana tidak, Solo dilihat dari segi manapun tu menurut saya ‘murah tapi ga murahan’.

Dan ini kesan Solo versi saya.

Dalam hal kuliner, nggak ragu lagi kalau Solo dibilang surganya kuliner, karena mudah sekali ditemui makanan lezat dan bercita rasa khas Solo seperti srabi, cabuk rambak, selat Solo, tengkleng, sate kere, nasi liwet, dan es dawet selasih, dan masih banyak lagi. Ni dia ni gambar selat dan pembuatan serabi Notosuman yang terkenal…

2

1

Lalu bagaimana dengan harga makanannya?

Eits jangan salah lezat belum tentu mahal ya, harga makanan di Solo sangat terjangkau, pas banget untuk kantong anak sekolah. Dan ini pengalaman pribadi saya, ketika saya berada di kota-kota lain, tidak ada yang menandingi murahnya makanan di Solo ini. Oke nggak tu?

Selain kuliner, dalam hal fashion, Solo punya ciri khas sendiri dengan batik Solonya, dan bahkan di Solo terdapat kampung batik juga lho, kampung Batik Kauman, kampung yang bukan sekedar kampung biasa. Namun di dalamnya dijadikan sebagai tempat produksi kain batik Solo. Jangan salah produksi batik di Solo sudah diminati oleh banyak wisatawan dari luar Solo bahkan sampai ke mancanegara. Di kampung Batik ini, wisatawan yang datang dapat melihat langsung proses membatik dan bahkan jika ingin mencoba membatik langsung juga bisa. Seruu kan.

Lalu apa yang menyebabkan produksi batik di Solo banyak peminatnya sampai di mancanegara?

Ya kalau menurut saya, karena harganya yang lumayan terjangkau.

Trus kualitasnya?

Ya kalau itu ga usah diragukan lagi, kualitas batik Solo pastinya T.O.P B.G.T. Para konsumen atau wisatawan yang datang bebas untuk memilih jenis batik sesuai kebutuhan dan kantongnya masing-masing. Mau jenis batik apa? Jenis batik cap, batik tulis, atau batik campuran cap dan tulis, semuanya diproduksi di kampung batik Kauman ini. Ditambah lagi masih banyak terdapat bangunan kuno di sekitar kampung batik Kauman. Nggak salah lagi kalau tempat produksi plus toko batik di kampung batik Kauman terkenal banget dan diminati para wisatawan.

Tapi kalau mau nyari selain batik ada juga?

Woo ya jelas ada. Pasar Klewer. Ya, pasar ini konon katanya dijadikan tempat kulakan orang-orang di luar Solo sana. Karena harganya yang istimewa banget, makanya orang-orang lebih suka kulakan dalam hal sandang di pasar Klewer ini. Tapi tidak sedikit pula wisatawan yang berkunjung ke pasar Klewer untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Jadi dalam hal fashion Solo juga terbukti ‘murah’ kan tapi tetep ga ‘murahan’.

Setelah fashion, kita beralih dalam hal wisata. Banyak event-event yang digelar Solo yang dengan biaya masuk minimalis atau bahkan gratis, pengunjung sudah bisa menikmati pagelaran Solo yang spektakuler. (Katanya sih… soalnya saya jarang ikut, hehehe, gara-gara anak rumahan). Event yang digelar di Solo antara lain pertunjukkan Sinta Obong di Balekambang, Solo Batik Carnival, Festival Culinary, Festival Gethek, Kirab malam 1 Suro, dan yang baru akhir-akhir ini digelar (masih anget) yaitu pameran mengenai kreatifitas (Creative Expo).

“Loh kok tahu event-event di Solo? Katanya jarang ikut?” Protes penonton.

“Iya, tapi walaupun ga dateng langsung, saya masih tetep update informasi via twitter dongg. Itu lho yang ngasi tau info apapun yang terjadi di kota Solo, jadi dikit-dikit tahulah… Tapi karena lagi-lagi, saya ini termasuk orang yang katrok mengenai Solo, saya kira pasti masih banyak event lain yang yang menarik dan gratis pula, yang saya belum tahu sehingga tidak saya sebutkan di atas, ehehe.

Banyaknya event di Solo menurut saya menunjukkan bahwa masyarakat Solo tidak hanya terkenal dengan keramahannya tapi juga kreatifitasnya yang tinggi, karena mampu menyelenggarakan banyak event dengan konsep menarik dan masih tetap menjunjung nilai kebudayaan.

Berwisata di Solo cuman ada event-event doang?

Oh nggak dong…

Tempat wisata di Solo juga banyak yang menarik untuk dikunjungi. Banyak tempat wisata yang bernilai histori tinggi dan kental dengan budaya Solo, antara lain Keraton Kasunanan Surakarta, Keraton Mangkunegaran, Sriwedari, Balekambang, every Sunday on Sunday market di Manahan dan Car Free Day di pusat kota Solo, sepanjang jalan Slamet Riyadi. Yang semua tempat wisata itu, bisa dikunjungi dengan gampang tanpa merogeh kocek dalam dalam. Ni dia foto taman Balekambang dan Sriwedari.

3

4

Jadi kalau berwisata di Solo, selain nggak bikin kantong tipis, para wisatawan juga bisa menambah pengetahuannya mengenai history of Solo dan hal tersebut dapat menjadikan kita lebih antusias dalam melestarikan kebudayaan Indonesia yang sangat beragam, salah satunya kebudayaan di Solo. Jadi cocok dijadikan untuk sarana belajar sejarah sambil berwisata.

Dengan adanya banyak event dan tempat wisata yang top markotop di Solo ini, salut deh buat dinas pariwisata dan kebudayaan serta masyarakat kota Solo yang begitu kreatif dalam menjadikan kota Solo ini sebagai kota pariwisata yang menarik dan tetap menjunjung tinggi nilai budayanya.

Lalu setelah ngomongin wisata-wisata kita beralih dalam hal pendidikan.

Jangan salah ya, selain di bidang pariwisata, di Solo juga banyak terdapat universitas lho, yang salah satunya yaitu UNS. Ya, ini tempat dimana saya disebut sebagai siswa paling tinggi atau mahasiswa.

“Ada yang tau singkatan dari UNS itu apa? Tanyaku.

“Universitas Negeri Surakarta…”, teriak para penonton.

“Ehhmm, nuwun sewu nggih mas, mbak, bukan itu ya kepanjangan UNS, yang bener itu….“

Belum selesai saya melakukan pembenaran, tiba-tiba terdengar suara anak kecil.

“Universitas Sebelas Maret…”, celoteh anak SD kelas 4 yang ada di dekat saya.

Yup bener banget si anak ini. Anak SD aja bener nyebut kepanjangan UNS. Jelaslah anak ini kan adik saya, sebelumnya sudah saya kasi tau dulu, hehehe.

Tapi ngomong ngomong tentang UNS, konon katanya, universitas ini merupakan universitas negeri termurah se Indonesia lho bahkan mungkin sedunia. Woow.

“Masaak…?”, ada penonton yang belum percaya.

“Iya bener, ini menurut pengalaman pribadi saya ya, ketika saya di bangku SMA kemudian saya melanjutkan kuliah di UNS, ada suatu hal yang menarik menurut saya. Kalau diitung-itung, biaya pendidikan saat saya kuliah itu lebih murah dibanding sewaktu saya SMA, hehehe. Amazing ga tuhh.”

“Iya deh percaya, kalau UNS murah, tapi kualitasnya gimana?”

Ni orang masih nyangkal juga, ckckc.

“Oke saya jelaskan, “kalau soal kualitas, berdasarkan situs http://www.4ICU.org edisi Juli 2013, UNS masuk ke dalam peringkat 10 besar (tepatnya peringkat ke-8) perguruan tinggi terpopuler di Indonesia versi lembaga pemeringkat 4 international College & University (4ICU), bahkan mengalahkan universitas negeri lainnya yang ada di Jawa Tengah. Gimana dah percaya kan.”

Jadi UNS menjadi magnet tersendiri bagi orang-orang di luar Solo untuk berbondong-bondong mencari ilmu di kota Solo tercinta ini. Itulah salah satu alasan saya memilih untuk tetap melanjutkan sekolah di Solo, saya nggak ingin menyia-nyiakan kenikmatan yang diberikan Tuhan di kota spirit of Java ini.

Nah itu tadi, mengenai kota Solo. Dengan slogannya BERSERI, Bersih Sehat Rapi Indah, pas banget dalam menggambarkan keadaan Solo.

Tuh kan bener… Solo itu, ‘murah tapi nggak murahan’, terbukti menurut cerita yang sudah saya paparkan tadi, kota Solo ini dalam berbagai aspek dari mulai kuliner, fashion, wisata, sampai pendidikannya pun kualitasnya oke tapi dari segi finansialnya tidak memberatkan.

Oiya tulisan saya ini, berdasarkan website kota Solo dan surat kabar harian di kota Solo, serta pengalaman saya pribadi dan tidak sedikit pula dari cerita orang orang sekitar saya yang mungkin lebih tahu banyak tentang Solo daripada saya. Untuk gambar-gambar yang saya tampilkan merupakan gambar milik teman yang berhasil saya rampas, hehehe.

Namun walaupun saya termasuknya orang yang katrok karena nggak terlalu tahu mengenai Solo, tapi setelah saya nulis tentang kesan Solo ini, sejujurnya saya baru sadar bahwa Tuhan telah melimpahkan begitu banyak nikmatNya kepada saya sampai saat ini lewat Solo, dan sepertinya saya sekarang terlanjur kepincut banget dengan kota yang satu ini, karena selama ini, kenyamanan dan keceriaan telah saya temukan di Solo. SOLO mu mu mu muaaach… :*

Kontes Tulisan Tentang Solo

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s